EVALUASI JUMLAH JALUR BIS, LUAS PARKIR DAN BIAYA INVESTASI PADA TERMINAL KEPUHSARI JOMBANG

EVALUASI JUMLAH JALUR BIS, LUAS PARKIR

DAN BIAYA INVESTASI PADA

TERMINAL KEPUHSARI JOMBANG

 

Adhi Muhtadi

 

ABSTRAK

 

Terminal Kepuhsari yang terletak 5 km dari pusat kota Jombang, merupakan terminal utama kabupaten yang menghubungkan Jombang dengan kota-kota lainnya. Jalur bus jurusan Surabaya, Kediri/Tulungagung, dan Solo/Jogja merupakan jalur yang beroperasi 24 jam nonstop. Pada saat ini sangat dirasakan pada saat-saat tertentu terjadi lonjakan penumpang dan pada saat lainnya terminal Kepuhsari Jombang dirasakan sangat sedikit aktifitas operasional bis antar kota. Oleh karena permasalahan diatas harus mengetahui beberapa hal berikut ini (1) hubungan antara jumlah jalur pemberangkatan dan luas parkir pada Terminal Kepuhsari Jombang (2) hubungan antara jumlah jalur pemberangkatan bis dengan biaya investasi pada Terminal Kepuhsari Jombang dan (3) optimalisasi jumlah jalur bis yang ada di Terminal Kepuhsari Jombang sudah mampu melayani penumpang.

Dalam penelitian ini digunakan data primer tentang bis OD (Origin Destination), teori hubungan antrian pada stasiun tunggal dengan kedatangan poisson dan waktu pelayanan eksponensial untuk beberapa kondisi keadaan tetap, dimensi kritis dari desain kendaraan untuk perhitungan lahan parkir yang dibutuhkan, dan teori Tipe dan Geometrik Jalur pemberangkatan.Kesimpulan yang dapat dibuat dalam penelitian ini adalah dengan sudut pandang kenyamanan penumpang, maka 3 jalur pemberangkatan dapat dikatakan optimal, akan tetapi kurang efisien bila pada hari-hari biasa. Begitupula yang terjadi pada lahan parker bis. Lahan parkir yang dapat menampung 10 bis dirasa sudah cukup bahkan berlebih. Hal ini dikarenakan awak dan kru bis antar kota seringkali parkir di garasi masing-masing perusahaan guna melakukan perbaikan kendaraan. Jadi jumlah 3 jalur pemberangkatan bis kota dirasa sudah cukup dan tidak perlu lagi menambah lahan untuk parkir bis di Terminal Kepuhsari Jombang.

kata kunci:  kedatangan, waktu pelayanan, jalur pemberangkatan, parker, antrian

 

Infiltrasi Hidrologi

Menurut ilmu hidrologi, infiltrasi merupakan aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Didalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi, yang dinyatakan dalam mm/jam. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum yang ditentukan oleh jenis tanah dimana terjadinya ilfiltrasi, sedangkan lajua infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan kapasitas hujan. Suatu tanah dalam kondisi kering memiliki daya serap yang tinggi sehingga laju infiltrasi semakin besar, dan akan berkurang perlahan-lahan apabila tanah tersebut jenuh terhadap air.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi yaitu kedalaman genangan dan tebal lapisan jenuh, kelembaban tanah, pemampatan oleh hujan, penyumbatan oleh butir halus, tanaman penutup, topografi, dan intensitas hujan.

  • Kedalaman genangan dan tebal lapisan jenuh

Dapat dipahami pada saat awal turunnya hujan, penyerapan air oleh tanah (laju infiltrasi) terjadi dengan cepat. Sehingga semakin dalam genangan dan tebal lapisan jenuh maka laju infiltrasi semakin berkurang.

  • Kelembaban tanah

Semakin lembab kondisi suatu tanah, maka laju infiltrasi akan semakin berkurang karena tanah tersebut semakin dekat dengan keadaan jenuh.

  • Pemampatan oleh hujan dan penyumbatan oleh butir halus

Pemampatan tanah oleh hujan adalah keadaan turunnya hujan membuat tanah semakin padat. Sehingga pori-pori tanah mengecil, dan menghambat laju infiltrasi. Butiran halus yang terbentuk pada saat tanah kering juga menghambat laju infiltrasi karena pada saat terjadinya hujan, butiran tersebut masuk kedalam tanah dan memperkecil pori-pori tanah.

  • Tanaman penutup

Banyaknya tanaman seperti rumput dan pohon-pohon besar yang terdapat pada daerah terjadinya hujan dapat memperbesar laju infiltrasi. Karena biasanya pada tanah seperti ini banyak terdapat tanah humus dan sarang serangga. Sehingga membantu masuknya air kedalam tanah.

  • Topografi dan intensitas hujan

Topografi adalah keadaan pemukaan/ kontur tanah, dan intensitas hujan adalah besarnya hujan yang turun dalam satuan waktu. Apabila hujan yang turun besar dan topografi tanah terjal, maka laju infiltrasi kecil. Karena topografi yang terjal akan mengalirkan air dengan cepat sehingga waktu infiltrasi kurang. Begitu juga sebaliknya, topografi yang landai bahkan datar dapat menghasilkan ilfiltrasi lebih besar.

Kapasitas infiltrasi dapat diukur dengan menggunakan infiltrometer dan analisis hidrograf. Infiltrometer ini dibedakan menjadi dua macam yaitu infiltrometer genangan dan simulator hujan (rainfall simulators)

Oleh Juliana Fisaini, mahasiswi Teknik Sipil Univ. Syiah Kuala

Sumber : http://ilmusipil.com/infiltrasi-hidrologi

Penghancur Beton Struktur Bangunan Tua

Salah satu profesi yang belum besar di Indonesia adalah penghancur beton struktur bangunan tua. Struktur yang dihancurkan beragam dari mulai gedung tinggi seperti bangunan apartemen, hotel, pertokoan, dll. Tentu saja apartemen bekas pakai yang sudah melewati umur konstruksi sehingga harus dihancurkan, atau bekas hotel yang akan di renovasi total.

Salah satu contoh misalnya pada tahun 2002, pemerintah Kota Beirut, Lebanon, menghancurkan gedung tua bekas Hotel Hilton yang terletak di dekat pantai. Di lokasi itu akan mulai didirikan bangunan hotel baru pada tahun berikutnya yaitu 2003. Penghancuran gedung tersebut menggunakan dinamit dengan bantuan ahli konstruksi. Menurut para ahli konstruksi yang menangani penghancuran gedung itu, ledakan besar tadi menghasilkan tumpukan debu reruntuhan setinggi kira-kira 10 meter.

Kemudian misalnya di Amerika Serikat, tahun 2001 melakukan penghancuran pada bangunan yang bernama Stadium Market Square Arena. Bangunan itu didirikan pada tahun 1974 silam adalah tempat pertunjukan, mulai dari pertandingan basket yang dimainkan Klub The Pacers, Oktober 1999 silam, konser musik, sirkus dunia hingga kejuaraan olah raga antarsekolah yang telah berlangsung selama 20 tahun. Menurut berita peledakan gedung yang memakan biaya hingga US$ 23 juta itu juga disaksikan oleh warga setempat sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dan debu tebal.

Nah profesi ini masih sangat jarang, kita memang belum masuk ke tahap menghancurkan yang ada malah dalam tahap pembangunan. Jika mengikuti alurnya, ternyata profesi ini selain berhubungan dengan mekanika, juga berkaitan dengan struktur. Terutama mempelajari titik-titik lemah dari sebuah struktur bangunan. Dari titik lemah ini kemudian diledakkan dengan bahan peledak khusus.

Melihat proses runtuhnya sebuah bangunan besar yang menarik dikaji adalah kemampuan menempatkan peledak pada struktur terlemah dari bangunan tersebut. Ini membuat posisi jatuh yang berantai dari struktur bawah kemudian struktur tengah dan berakhir di struktur paling atas. Yang menarik juga, posisi jatuhnya bangunan yang ambruk di tempat sehingga tidak memberikan dampak bagi bangunan di sekelilingnya.

Bandingkan dengan bentuk menghancurkan struktur di Indonesia. Sebenarnya lebih tepat disebut membongkar bangunan daripada disebut menghancurkan struktur. Di Indonesia masih konvensional seperti menggunakan tenaga manusia atau menghancurkan dengan bantuan alat berat. Belum ada riwayat penghancuran bangunan tinggi di Indonesia yang spektakuler. Beberapa konstruksi yang terbengkalai dan belum di kerjakan di Indonesia biasanya dibiarkan begitu saja.

Alasan penghancuran gedung yang ada di luar negeri biasanya terjadi karena:

  1. Umur bangunan yang sudah tua sehingga dikhawatirkan mengakibatkan korban jiwa jika dibiarkan terus berdiri
  2. Bangunan tidak sesuai peruntukan, biasanya sesuai dengan regulasi peraturan yang mengatur tentang pendirian bangunan kemudian ditemukan ada penyimpangan, pemerintah berhak untuk menghancurkan bangunan tersebut untuk digunakan sesuai peruntukannya.
  3. Renovasi total. Pengelola hendak melakukan peremajaan pada konstruksi, desain gedung dan pengembangan lainnya. Untuk itu bangunan lama harus dirubuhkan agar bangunan baru yang akan dibangun bisa berdiri dengan megahnya di tempat yang sama.

 

Bukan tidak mungkin jika sebuah kota sudah terlalu sesak dengan gedung-gedung tinggi, masyarakat membutuhkan ruang yang lega untuk beraktivitas. Adanya ruang ini akan membuat kota menjadi lebih manusiawi. Pilihan setelah sesaknya ruang oleh gedung tinggi adalah menghancurkan untuk kebaikan manusia. (Iden Wildensyah)

 

 

 

sumber: http://www.ilmusipil.com/penghancur-beton-struktur-bangunan-tua